Entri yang Diunggulkan

About Me

Assalamu'alaikum, wr wb, Nama saya Andara Kusumaningrum, saya bersekolah di SMPIT Nurul Fikri kelas IV C. Pengalaman saya selama mengi...

Sabtu, 29 Oktober 2016

Archery Equipment

Peralatan Panahan
BOW





Konstruksi
Secara umum busur terdiri atas limb yang melengkung, dengan tali busur terikat pada kedua ujungnya. Saat tali busur ditarik ke belankang, limb akan melengkung lebih dalam, mengubah energi gerak tarikan tali busur menjadi energi potensial pegas. Busur modern (recurve) mempunyai satu bagian lagi yaitu riser yang berfungsi sebagai pegangan dan tempat bersandar limb atau bagian-bagian lain seperti stabilizer dan visir. Panjang, ketebalan, bentuk dan jenis material penyusun limbmemengaruhi energi potensial maksimum yang dapat disimpan - dinyatakan sebagai draw weight dan diukur dalam pound/kilogram. Selain itu ukuran tubuh (dalam hal ini panjang lengan) pemanah juga berperan menentukan seberapa besar energi yang dihasilkan dari sebuah draw. Oleh karena itu seorang pemanah harus memilih busur yang sesuai dengan tinggi tubuhnya untuk memperoleh hasil yang optimum.
Recurve Bow
Recurve bow adalah perkembangan termutakhir dari busur. Ini adalah jenis busur yang paling umum digunakan di olahraga panahan saat ini. Desainnya terdiri dari tiga bagian utama, riser - pegangan dan tempat aksesori lain dipasang, dan sepasang limb yang merupakan sumber energi pegas busur. Ciri khas dari busur ini adalah bagian ujungnya yang melengkung ke depan (menjauhi pemanah) saat tidak ditarik atau dilepas talinya. Konstruksi seperti ini memungkinkan draw weight yang lebih besar untuk panjang yang sama. Sebagai kompensasinya, bahan penyusun limb memperoleh tegangan/regangan lebih besar daripada busur biasa (longbow).
Bagian-bagian recurve bow

§  Riser - pegangan dan tempat ditempelkannya limb dan aksesori lain.
§  Grip - bagian tempat memegang busur.
§  Arrow rest - tempat meletakkan anak panah, bisa terbuat dari bulu atau plastik.
§  Sight window - bantuan visual untuk membidik.
§  Stabilizer - mengatur keseimbangan busur sesuai keinginan pemanah dan menahan getaran saat menembak.
§  Sight - visir, untuk memperoleh bidikan yang lebih akurat.
§  Limb - menyimpan energi pegas busur. Pada busur yang lebih modern, limb dapat dengan mudah dibongkar pasang untuk ditukar, sementara busur produksi perajin lokal memberikan performa yang kurang bagus jika sering dibongkar pasang.
§  String groove - lekukan tempat tali busur dikaitkan.
§  Limb tip
§  String - mentransfer energi dari tangan pemanah ke limb atau dari limb ke anak panah. Terbuat dari material sintetis seperti Kevlar.
§  Center serving
§  Nock point - tempat anak panah diletakkan, biasanya ditandai dengan lilitan benang di atas serving.
§  

Anak Panah



Anak Panah adalah sebuah proyektil tajam yang digunakan untuk menembak dengan menggunakan Busur Panah sebagai pemicunya. Alat ini, bersama dengan busurnya umumnya digunakan sebagai senjata dan memiliki sejarah panjang dalam kebudayaan manusia.

Archery Technique

Pemanah pemula dalam latihan panahan harus mengetahui dan mencoba cara memasang tali yang benar pada busur. Cara memasang tali yang benar penting sekali, yaitu agar busur tidak patah dan nocking point berada pada posisi yang benar. Ada dua cara memasang tali pada busur:

Metode dorong tarik (push pull)
Metode ini dipakai pada busur yang lurus dan melengkung. Tali dipasang secara tepat di dalam notch dari sisi busur sebelah bawah yang dibiarkan tenang. Tangan yang satu menarik bagian tengah bususr keluar, sedangkan tangan yang lain mendorong untuk memaksa sisi busur kearah bawah. Ketika lengkungan diperoleh, jari harus menyumbat ujung tali dalam penakik busur atas (notch). Tali yang sudah dipasang harus diperiksa yaitu dalam keadaan lurus dengan busur.

Pemanah harus hati-hati dalam menggunakan metode ini, karena jika saat mendorong tidak hati-hati tangan bisa tergelincir, akibatnya bususr bisa terbang ke depan dan dapat memukul wajah.

Metode Tindak Langkah
Menempatkan sayap bawah di depan salah satu kaki dan tali bususr berada diantara kaki yang lain. Pemanah manarik sayap bagian atas maju di atas paha dan masukkan tali sampai takik pada ujung sayap. Kelemahan metode ini pemanah cenderung sering menarik sayap bagian atas kea rah badan menjadi suatu garis lurus dengan tali bususr dan busur melengkung secara alami.

Teknik memanah bagi pemula pada dasarnya ada sembilan langkah, yaitu :

Sikap Berdiri (stand)
Sikap berdiri (stand), menurut Damiri, “Sikap/posisi kaki pada lantai atau tanah. Sikap berdiri yang baik ditandai oleh: (1) titik berat badan ditumpu oleh kedua kaki/tungkai secara seimbang, (2) tubuh tegak, tidak condong ke depan atau ke belakang, ke samping kanan ataupun ke samping kiri.” Terdapat empat macam sikap kaki dalam panahan, yaitu open stand, square stand, close stand, dan oblique stand, yang kebanyakan dipakai oleh pemanah pemula adalah sikap square stand atau sikap sejajar.

Sejajar (square stance)
Posisi kaki pemanah terbuka selebar bahu dan sejajar dengan garis tembak.
Pemahan pemula disarankan untuk mempergunakan cara ini 1 sampai 2 tahun, selanjutnya baru beralih ke terbuka (open stance)
Cara berdiri sejajar mudah dilakukan untuk membuat garis lurus dengan sasaran, namun dalam hal ini perlu diingat, yaitu pada waktu menarik dan holding cenderung badan bergerak.
Terbuka (open stance)
Posisi kaki pemanah membuat sudut 450 dengan garis tembak.
Pada saat menarik, posisi badan lebih stabil.
Posisi leher atau kepala akan lebih rileks dan pandangan pemanah lebih mudah untuk focus kedepan.
Cara berdiri seperti ini dianjurkan untuk pemanah lanjutan, katena pada tarikan penuh akan banyak space room pada bahu.
Memasang Ekor Panah (nocking)
Memasang ekor anak panah (nocking), menurut Damiri, “Gerakan menempatkan atau memasukkan ekor panah ke tempat anak panah (nocking point) pada tali dan menempatkan gandar (shaft) pada sandaran anak panah (arrow rest). Kemudian diikuti dengan menempatkan jari-jari penarik pada tali dan siap menarik tali.” Memasang ekor panah dalam olahraga panahan bisa menjadi fatal apabila salah penempatan baik terlalu atas ataupun terlalu bawah, maka perlu untuk memperhatikan kembali apakah anak panah yang dipasang sudah lurus tersandar di busur ataukah belum.

Mengangkat Lengan Busur (extend)
Mengangkat lengan busur (extend), menurut Damiri, “Gerakan mengangkat lengan penahan busur (bow arm) setinggi bahu dan tangan penarik tali siap untuk menarik tali.” Hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu lengan penahan busur rileks, tali ditarik oleh tiga jari yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Tali ditempatkan atau lebih tepatnya diletakkan pada ruas-ruas jari pertama, dan tekanan busur terhadap telapak tangan penahan busur ditengah-tengah titik V, yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk (lengan penahan busur), penulis memperjelas dengan memberikan gambar seperti dibawah ini :

Menarik Tali Busur (drawing)
Menarik tali busur (drawing), menurut Damiri, “Gerakan menarik tali sampai menyentuh dagu, bibir dan atau hidung. Kemudian dilanjutkan dengan menjangkarkan tangan penarik tali di dagu.” Ada tiga fase gerakan menarik, yaitu pre-draw, primary draw dan secondary draw. Pre-draw adalah gerakan tarikan awal. Pada saat ini sendi bahu, sendi siku dan sendi pergelangan tangan telah dikunci.Primary-draw atau tarikan utama adalah gerakan tarikan dari posisi pre-draw sampai tali menyentuh atau menempel dan sedikit menekan atau mengetat pada bagian dagu, bibir dan hidung dan berakhir pada posisi penjangkaran. Secondary-draw atau tarikan kedua adalah gerakan menahan tarikan pada posisi penjangkaran sampai melepas tali (release).

Didalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga panahan tingkat SD dan SLTP yang dipergunakan untuk menarik adalah: jari, punggung telapak (wirst), dan lengan bawah. Ketiga bagian ini pada posisi lurus kemudian lengan atas selanjutnya bahu dan otot belakang. Kebanyakan pemanah-pemanah pemula hanya menggunakan jari-jari saja, kebanyakan mereka tidak menggunakan otot-otot yang seharusnya dipergunakan seperti yang sudah dijelaskan pada halaman-halaman sebelumnya, di bawah ini adalah gambar menarik busur :

Menjangkarkan Lengan Penarik (anchoring)
Menjangkarkan lengan penarik (anchoring), menurut Damiri, “Gerakan menjangkarkan tangan penarik pada bagian dagu.” Hal yang harus diperhatikan, yaitu tempat penjangkaran tangan penarik tali harus tetap sama dan kokoh menempel di bawah dagu, dan harus memungkinkan terlihatnya bayangan tali pada busur (string alignment). Ada dua jenis penjangkaran, yaitu penjangkaran di tengah dan penjangkaran di samping. Pada penjangkaran di tengah, tali menyentuh pada bagian tengah dagu, bibir dan hidung serta tangan penarik menempel di bawah dagu. Pada penjangkaran di samping, tali menyentuh pada bagian samping dagu, bibir dan hidung, serta tangan penarik menempel di bawah dagu.

Menahan Sikap Panahan (tighten)
Menahan sikap panahan (tighten), menurut Damiri, adalah: Suatu keadaan menahan sikap panahan beberapa saat, setelah penjangkaran dan sebelum anak panah dilepas. Pada saat ini otot-otot lengan penahan busur dan lengan penarik tali harus berkontraksi agar sikap panahan tidak berubah. Bersamaan dengan itu pemanah melakukan pembidikan. Jadi pada saat membidik, sikap pemanah harus tetap dipertahankan.

Membidik (Aiming)
Membidik (aiming), menurut Damiri: “Gerakan mengarahkan atau menempelkan titik alat pembidik (visir) pada tengah sasaran/titik sasaran.” Pada posisi membidik, posisi badan dari pemanah diharapkan tidak berubah, kemudian pemanah tidak hanya fokus kepada sasaran tetapi diutamakan pada teknik, dengan kondisi badan yang relaks fokus akan lebih baik.

Melepas Tali/Panah (release)
Melepas tali/panah (release), menurut Damiri: “Gerakan melepas tali busur, dengan cara merilekskan jari-jari penarik tali.” Ada dua cara melepaskan anak panah, yaitu dead release dan active release. Pada dead release setelah tali lepas, tangan penarik tali tetap menempel pada dagu seperti sebelum tali lepas. Pada active release, setelah tali lepas tangan penarik tali bergerak ke belakang menelusuri dagu dan leher pemanah.

Pelepasan anak panah yang baik diperlukan untuk memberikan kekuatan penuh dari tali terhadap panah dalam setiap melepaskan panah yang diinginkan dan untuk mencegah getaran tali yang tidak diperlukan, yang akan menyebabkan panah berputar. Kesalahan sedikit apapun pada saat melepaskan anak panah, mengakibatkan dampak yang sangat besar terhadap sasaran.

Menahan Sikap Panahan (after hold)
Menahan sikap panahan (after hold), menurut Damiri, “Suatu tindakan untuk mempertahankan sikap panahan sesaat (beberapa detik) setelah anak panah meninggalkan busur. Tindakan ini dimaksudkan untuk memudahkan pengontrolan gerak panahan yang dilakukan.”

Di dalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga panahan tingkat SD dan SLTP after hold adalah Tangan busur tetap terentang pada posisi semula lurus kearah sasaran dan tetap ditahan hingga dua detik setelah panah menyentuh permukaan sasaran.

History Of Archery

Panahan adalah salah satu olahraga tertua yang masih sedang dipraktekkan hari ini. Busur dan anak panah dapat ditelusuri kembali sejauh zaman Paleolitik (35.000 ke 8000 SM), dan senjata yang paling banyak digunakan dalam sejarah manusia.

Sementara ada dicatat bukti panahan kontes yang mengambil tempat di Cina lebih dari 3000 tahun yang lalu, olahraga modern target panahan kemungkinan berasal dari Inggris selama abad ke-14.
Saat ini, hancur dianggap sebagai tentara Inggris paling penting senjata. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kemampuan jarak, orang-orang seperti yang pedang dan tombak tidak memiliki.

Pada kenyataannya, panahan menjadi sangat penting di Inggris selama ini dekrit Kerajaan 1363 wajib semua orang Inggris untuk praktek panahan pada hari Minggu dan hari libur, apakah mereka ingin atau tidak.
Selama ini ada beberapa gaya yang berbeda gambar, beberapa di antaranya berkembang menjadi apa yang kita lihat hari ini dalam olahraga memanah.

Ada pengaruh menembak, di mana anak panah yang melengkung tinggi ke udara dengan tujuan untuk memukul target yang diletakkan datar, tidak vertikal. Tujuannya adalah untuk tanah panah sebagai dekat dengan target mungkin. Varietas ini menembak masih berlatih hari ini, sering dengan busur tradisional.

“Keliling tanda”, gaya lain, melihat pemanah menembaki target, hanya untuk menembak target baru dari lokasi target sebelumnya. Ini sering dikutip sebagai bentuk tertua panahan kompetitif, dan dipraktekkan oleh Henry VIII.

Akhirnya, ada pantat menembak, di mana “puntung” (terdiri dari turfs bumi) diadakan target, yang pemanah akan menembak. Ini adalah leluhur hari modern Olimpiade target menembak.
Panahan adalah bagian dari Olimpiade kedua, diadakan pada tahun 1900. Itu jatuh setelah 1920, namun, karena aturan bervariasi terlalu banyak antara bangsa-bangsa. Panahan di Olimpiade tidak dipulihkan pada tahun 1972.

Dari sejarah awal zaman modern, panahan selalu olahraga komp
etitif, selain untuk senjata penting. Tentunya, bertahun-tahun dari sekarang panahan akan terus menjadi olahraga populer yang mencapai di usia kesenjangan dan batas-batas nasional, menyatukan pemanah dari seluruh dunia.

About Me

Assalamu'alaikum, wr wb,

Nama saya Andara Kusumaningrum, saya bersekolah di SMPIT Nurul Fikri kelas IV C. Pengalaman saya selama mengikuti pelajaran panahan seperti demikian.
Panahan merupakan olahraga yang lumayan seru, tetapi agak sulit dan berat bagi beberapa orang. Bagi saya sendiri, saya memiliki saudara kembar yang mahir dalam olahraga 'Panahan' ini, tetapi saya sendiri bisa dibilang tidak mahir dalam olahraga ini. Panahan ini juga merupakan olahraga yang di sunnahkan oleh Rasulullah SAW.


Rasululloh Bersabda :Alaikum bir romyi, fainnahu khoiru la’iikum yg artinya “hendaklah kalian berlatih memanah karena itu permainan yg paling bagus bagi kalian” (H.R Thabrani).


Umar bin Khattab berkata“Ajarilah anak-anakmu memanah, berenang dan menunggang kuda”

Dalam memanah, ada berbagai alattehnik dan sejarah nya sendiri. [klik untuk melihat] Menurut saya, kadang pembelajaran memanah itu membosankan jika tidak semangat. Maka dari itu, jika semangat pembelajaran panahan akan lebih seru, apalagi jika mengetahui sejarah sejarah panahan dan teknik dasar nya.
Selain itu, saya sudah mencoba 2x menembak panahan, walaupun berat dan susah menurut saya itu tetap asyik. Anak panah yang saya tembak keluar dari target satu, dan satunya lagi hanya masuk biru. Ya mungkin karena saya masih pemula yang masih belum mahir di bidang ini.

Saya sebenarnya suka berolahraga tetapi tidak semua bidang saya mahir dan sukai. Karena, ada banyak bidang yang sangat membosankan. Dulu menurut saya panahan adalah olahraga yang sangat membosankan jika di liat saja. Begitu saya mempelajarinya, saya menjadi tahu jika panahan adalah olahraga yang seru dan asik. Panahan juga memerlukan fokus yang tinggi.

Di kelas VIII yang lalu, saya sempat mempelajari panahan juga. Pada saat itu, saya masih belum mempunyai semangat dalam berolahraga panahan ini. Pada saat itu juga, saya tidak berkesempatan menembak panahan. Jadi saya belum sepenuhnya tertarik di bidang ini.

Demikianlah sedikit tentang saya, dan pengalaman saya dalam pembelajaran panahan selama kelas VIII & IV ini.

Terima Kasih, Wassalamu'alaikum, wr wb.